Politik baik kekuasaan berdasarkan kedudukan maupun kekuasaan pribadi,

Politik telah ikut menjadi bagian yang
tidak terlepas dari perkembangan dan aktifitas organisasi. Politik telah ikut
mendorong terbentuknya suatu perubahan pada organisasi dan politik tersebut
bukan hanya bertujuan mendorong perubahan namun juga telah menjadi bagian yang
turut memperkeruh keadaan (Fahmi, 2016).

Keberadaan organisasi, termasuk organisasi
kesehatan, dapat diinterpretasikan sebagai wahana politik tempat para aktor untuk
berebut kepentingan. Oleh karena itu, interaksi antar aktor dalam dunia
organisasi akan selalu terkait dengan kekuasaan dan pengaruh serta kepentingan.
Setiap aktor dalam organisasi termasuk manajer akan berusaha meningkatkan
kekuasaannya, baik kekuasaan berdasarkan kedudukan maupun kekuasaan pribadi,
dalam rangka mengejar kepentingan dan tujuannya. Aktivitas politik melibatkan
kemampuan memainkan sumber kekuasaan dengan taktik politik tertentu untuk
memenangkan kepentingan (Siswanto, 2007).

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Praktek politik dalam sebuah organisasi
dapat dipicu karena adanya perbedaan pendapat antara anggota didalam organisasi
tersebut. Oleh karena itu, tidak mengejutkan bila dikatakan bahwa setiap
organisasi pasti berpolitik karena suatu organisasi pasti terdiri lebih dari
satu individu dan setiap individu pasti akan memiliki pendapat atau fikiran
yang berbeda beda.

1

Masalah
Kesehatan tak dapat dipisahkan dari persoalan politik baik sebagai individu dan
warganegara, kelompok, dan organisasi maupun masyarakat. Kesehatan adalah
politik karena kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kebutuhan kesehatan
melalui upaya masyarakat yang terorganisir (organization)
(Siswanto, 2007). Mengapa
kesehatan berdimensi politik karena dalam bidang kesehatan terdapat disparitas
derajat kesehatan masyarakat antar suku dan ras, antar kelompok, antar wilayah
dan bahkan antar negara dimana sebagian kelompok tersebut memiliki akses dan
status kesehatan yang lebih baik sementara lainnya tidak. Untuk mencapai itu
perlu diperjuangkan dan mempengaruhi para pengambil kebijakan dalam upaya
memenuhi keadilan terhadap berbagai masalah dibidang kesehatan.

Tak dapat dipungkiri bahwa masalah
kesehatan bukan saja persoalan sakit, dokter, tempat tidur dan obat. Determinan
kesehatan sangat kompleks, masalah kesehatan adalah masalah ekonomi, sosial
budaya dan bahkan masalah kesehatan adalah masalah politik. Kesehatan banyak
berkaitan dengan masalah politik karena kebijakan kesehatan yang lahir hingga
hari ini baik berupa peraturan, program dan penganggaran tidak lepas dari
kekuasaan, perdebatan berbagai kepentingan politik, dan persaingan, dan bahkan
tidak sedikit keputusan kesehatan sangat ditentukan oleh seorang bupati,
walikota, gubernur dan presiden dan juga ketergantungan pada ketukan palu
sidang anggta dewan terhormat (Palutturi, 2015).

Pemimpin
kesehatan masyarakat sangat di yakini akan mempengaruhi tatanan kesehatan
masyarakat. Pemimpin kesehatan masyarakat memperoleh instrumen dan keterampilan
dari memonitoring kesehatan masyarakat yang efektif. Pemimpin dalam kesehatan
masyarakat tidak hanya berfungsi dalam organisasi kesehatan masyarakat, mereka
juga berfungsi antar organisasi. Keterampilan antar organisasi sangat penting.
Selain itu, pemimpin kesehatan masyarakat mempraktikkan kepemimpinan mereka
dalam tatanan komunis. Pengembangan kepemimpinan juga merupakan cara untuk
menghubungkan akademik kesehatan masyarakat dengan praktik kesehatan masyarakat
karena informasi mengintegrasikan pengetahuan riset dengan realitas praktik
kesehatan masyarakat (Rowitz, 2008)A.   
Pengertian
Politik dan Politik Organisasia)      PolitikIlmu Politik
merupakan suatu bidang ilmu yang menekankan dan menegaskan tentang bagaimana
mereka yang berada  disuatu negara
memiliki partisipasi kuat dalam usaha untuk menciptakan suatu tatanan kehidupan
berbangsa dan bernegara secara berharkat dan bermartabat dengan penempatkan
pemerintahan yang berkuasa untuk berperilaku secara demokratis dan telah
mengedepankan nilai-nilai yang berlaku secara universal (Fahmi, 2016).Politik adalah
organisasi masyarakat dan pembuatan keputusan kolektif tentang sumber daya. Menurut
Laswell (1936) dalam Palutturi (2015), Politik adalah siapa yang dapat apa,
kapan dan bagaimana (who gets what, when,
how). Politik didefenisikan sebagai aktifitas pemerintah, para elit, dan
agen pemerintah.Politik adalah
suatu jaringan hubungan/interaksi antar manusia dengan kekuasaan yang diperoleh,
ditransfer, dan digunakan. Jadi, dapat dikatakan bahwa politik tidak hanya
terjadi pada sistem pemerintahan, namun politik juga terjadi pada organisasi
formal, badan usaha, organisasi keagamaan, kelompok suku primitif, marga, dan
bahkan pada unit keluarga (Siswanto, 2007).b)      Politik
Organisasi yaitu berkenaan dengan perilaku politik yang terdiri dari aktivitas
yang tidak perlu merupakan bagian dari peran formal individual, tetapi
memengaruhi atau berusaha memengaruhi distribusi kelebihan dan kekurangan dalam
organisasi (Wibowo, 2015). B.    
Pengertian
Kepemimpinan

3

Kepemimpinan
adalah  kreativitas dalam bertindak atau
kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru (creavity in action). Kepemimpinan merupakan kemampuan untuk
melihat masa saai ini yang berhubungan dengan masa depan, namun tetap
menghargai masa lalu (Rowitz,
2008).
Kepemimpinan
merupakan suatu ilmu yang mengkaji secara komprehensif tentang bagaimana
mempengaruhi dan mengarahkan serta mengawasi orang lain untuk mengerjakan tugas
sesuai dengan perintah yang direncanakan (Fahmi, 2016).Kepemimpinan merupakan suatu hal yang
seharusnya dimiliki oleh setiap pemimpin organisasi. Kepemimpinan adalah  proses mempengaruhi orang lain yang
berorientasi pada tujuan yang ingin dicapai (Palutturi, 2013). Efektivitas
seorang pemimpin ditentukan oleh kepiawaiannya mempengaruhi dan mengarahkan
para anggotanya.Kepemimpinan kesehatan masyarakat mencakup
komitmen terhadap masyarakat dan nilai yang melingkupinya. Pemimpin kesehatan masyarakat
memerlukan pelatihan tidak hanya pada spealisasi kesehatan masyarakat, namun
juga dalam tehknik dan instrumen manajemen yang terbaru. Untuk mendukung
aktivitas kesehatan masyarakat pada tingkat lokal, negara bagian, dan federal,
mereka membutuhkan keterampilan komunikasi yang baik, pemgambilan keputusan,
pengembangan kebijakan, dan lain-lain. Pemimpinn harus mempelajari bagaimana
organisasi mereka berfungsi, bagaimana bekerja antar organisasi, dan bagaimana
mengintegrasikan kegiatan organisasi mereka kedalam masyarakat yang mereka
layani (Rowitz, 2008). C.   
Politik
Organisasi KesehatanDalam organisasi politik masuk dalam
ruang kekuasaan. Artinya politik menjadi bagian yang membuat kekuasaan itu
bekerja. Maka mempergunakan pengaruh politik untuk meraih kekuasaan dan
cita-cita yang diinginkan menjadi hal yang dianggap layak untuk diterapan,
tantunya sepanjang jika dianggap positif atau bermanfaat bagi organisasi dan
manusia, namun jika jika tidak maka itu artinya mempergunakan politik untuk
memuaskan diri pribadi pemegang kekuasaan (Fahmi, 2016).

4

Pemimpin kesehatan masyarakat,
selain berperan sebagai pelindung nilai masyarakat, harus membantu masyarakat
dalam mendefinisikan kembali nilai mereka dan menciptakan nilai baru yang
merefleksikan realitas saat ini. Struktur politik akan berubah seiring dengan
banyaknya orang yang terlibat dalam aktivitas politik. Pemimpin kesehatan
masyarakat akan lebih banyak bekerja dalam komunitas dan keterikatan dengan
lembaga akan berkurang dibandingkan dengan masa lalu.Berikut
ini beberapa pedoman yang berkaitan dengan politik dalam pengembangan kebijakan
kesehatan masyarakat :a)      Perhatikan kesehatan secara nasional
dan tren kebijakan sosial pada saat mengembangkan kebijakan lokal.b)      Buat justifikasi mengenai pentingnya
memiliki kesehatan masyarakat pemirintah dalam komunitas.c)      Gunakan kelompok kepentingan khusus
kesehatan masyarakat dalam pengembangan kebijakan masyarakat.

d)     Kembangkan kebijakan kesehatan dan
sosial yang terintegrasi dan mandiri untuk masyarakat.