Media televisi yang membawakan kisah nabi Musa AS

Media
“TV Sampah” merupakan media sederhana yang dibuat guru karena terinspirasi
bahwa anak-anak cenderung menyukai acara televisi dibanding membaca buku.
Adapun langkah-langkah membuat media “TV sampah” sebagai berikut:

 

1.    Mengumpulkan barang-barang
bekas di sekitar lingkungan kita seperti triplek 3 mm, gabus, kaleng minuman
soda/cap kaki 3, kayu.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

2.    Potong triplek dengan ukuran
dan bentuk sebagai berikut.

3.    Potong gabus sesuai ukuran dan bentuk
triplek, sebagai bahan pelapis triplek.

4.    Potong kaleng minuman soda/cap
kaki tiga menjadi dua bagian, ini dijadikan sebagai tombol-tombol televisi.

5.    Triplek dan gabus dilem sesuai
bentuk yang telah dibuat, sesuai bentuk sebuah televisi.

6.    Pasang potongan kaleng minuman
soda/cap kaki tiga di bagian gabus, sebagai tombol-tombol televisi.

7.    Pasang kayu dan triplek sebagai
kaki televisi agar bisa berdiri.

 

 

 

 

 

Dalam menggunakan media “TV sampah” ini, diintegrasikan  dengan “One Student To Be The Presenter”.
Cara ini merupakan hasil inisiatif dari sebuah kecenderungan siswa yang tidak
suka dengan acara berita televisi, hal ini merupakan sebuah tantangan guru
untuk dapat merubah pandangan siswa yang tidak suka melihat berita menjadi
tertarik dengan acara berita, sehingga muncullah gagasan “One Student To Be The
Presenter”.

“One Student To Be The Presenter” maksudnya adalah setiap siswa akan menjadi seorang presenter berita
televisi yang membawakan kisah nabi Musa AS dikemas menjadi sebuah berita yang
menarik. Penyampaian berita disesuaikan dengan kreatifitas, kemampuan, gaya  masing-masing siswa tanpa ada sebuah scenario
layaknya presenter televisi sungguhan, hal ini akan menumbuhkan motivasi siswa
agar

tertarik dengan materi kisah nabi dan rosul.

 

 

 Aplikasi praktis karya inovasi pembelajaran
yang dilakukan oleh penulis adalah sebagai berikut:

1. Guru membuka pembelajaran
dengan salam.

2. Siswa bersama guru memulai
pembelajaran dengan membaca surah  AL-Fatehah
dan surat-surat pendek serta bacaan sholat selama 5 menit.

3. Guru membacakan Kompetensi
Dasar dan tujuan pembelajaran kepada siswa, serta apersepsi materi pelajaran
yang dipelajari minggu lalu dan diadakan pre test.

 

4. Guru menjelaskan model
pembelajaran dengan media “TV sampah” berintegrasi “One Student To Be The
Presenter” dengan  mensimulasikan
cara menjadi presenter berita.

5. Guru memberi tugas kepada siswa
untuk membaca, memahami, dan  merangkum
kisah Nabi Musa AS menjadi sebuah berita.

6. Setelah siswa merangkum kisah
nabi Musa AS menjadi sebuah berita,  guru
memotivasi siswa agar mampu menjadi seorang presenter berita handal.

7. Setiap siswa ditunjuk untuk
menjadi seorang presenter dengan media “TV sampah” sesuai kreativitas,
kemampuan dan gaya masing-masing siswa tanpa sekenario.

8. Siswa yang belum terbiasa
menyampaikan berita, diberi kesempatan lagi untuk mejadi seorang presenter
setelah teman-temannya selesai menjadi presenter.

9. Guru memberikan evaluasi dan
bimbingan terhadap kegiatan siswa menjadi seorang presenter berita dan
dilakukan post test.