LATAR dan menyampaikan pikiran, gagasan, serta perasaan. Dapat

 

LATAR BELAKANG

 

Salah satu fungsi bahasa yaitu untuk menyampaikan
informasi. Tanpa adanya bahasa, manusia tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Bahasa
digunakan untuk mengungkapkan gagasan, ide dan pikiran kepada orang lain. Kridalaksana
(1985:12) menyatakan bahasa adalah sistem bunyi yang memiliki
makna serta digunakan dalam berkomunikasi antar sesama umat manusia. Penggunaan bahasa sebagai sarana komunikasi
berfungsi untuk interaksi sosial dan identifikasi diri. Oleh karena itu,
penggunaan bahasa sangat penting dalam kehidupan manusia karena dapat menjadi
sarana untuk berkomunikasi dan bersosialisasi, penggunaan bahasa berwujud lisan
dan tulis yang terdapat dalam empat keterampilan berbahasa.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Keterampilan bahasa lisan
yang bersifat produktif adalah berbicara. Menurut tarigan (2008:14), berbicara diartikan sebagai kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi
artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan dan menyampaikan
pikiran, gagasan, serta perasaan. Dapat dikatakan bahwa berbicara merupakan
suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar (audible) dan terlihat (visible)
yang memanfaatkan sejumlah gerak tubuh manusia dengan maksud dan tujuan tertentu, sehingga informasi yang ingin disampaikan
mudah dipahami oleh lawan bicara.

Pemahaman
bahasa harus diikuti dengan pemahaman konteks supaya proses komunikasi berjalan
lancar. Konteks tuturan membangun makna yang terdapat dalam sebuah tuturan.
Dengan adanya konteks tersebut, mitra tutur dapat memahami maksud dari suatu
tuturan.

Peristiwa tutur yang terdapat dalam
tindak tutur dilakukan penutur kepada mitra tutur untuk menyampaikan informasi,
pada penelitian ini, peneliti tertarik utuk mengkaji peristiwa tutur yang
disampaikan oleh partisipan dalam acara “Indonesia Lawyers Club”. Data yang
diambil sebagai objek penelitian tersebut berdasarkan atas apa yang dirasakan
dan dipikirkan oleh partisipan selama proses dialog terjadi dengan pembawa
acara dan dengan partisipan lainnya terkait topik yang dibicarakan.

Pilihan kata yang digunakan dalam mengemukakan pendapat
tersebut menunjukkan ketegasan argumen. Begitulah yang terjadi dalam
diskusi mengenai kasus-kasus yang diangkat dalam acara “Indonesia
Lawyers Club”.  Ketidaksetujuan
maupun perbedaan
pendapat yang terjadi antara partisipan dalam setiap komunikasi yang dilakukan bernada keras, menyinggung,
dan meng-gunakan kata-kata kasar
sehingga terdengar
tidak santun.

Seiring dengan perkembangan
teknologi, dialogika berbentuk tanya jawab khususnya diskusi sering
dijumpai di televisi dalam acara gelar wicara. Morrison
(2009: 212) menjelaskan bahwa gelar wicara adalah program jurnalistik yang
menampilkan perbincangan satu atau beberapa orang sebagai narasumber untuk
membahas suatu topik tertentu yang dipandu oleh seorang pembawa acara. Komunikasi dalam gelar wicara tidak hanya
memperhatikan bahasa verbal, namun bahasa nonverbal. Menurut Sulistyarini dan
Novianti (2012:13), komunikasi
nonverbal berupa kinestik yang merupakan
bahasa tubuh seperti gerak tangan, bahu, kepala, kaki, gestur, postur, gerakan
mata, dan ekpresi wajah.

Salah satu gelar
wicara yang menarik untuk dibahas adalah (ILC) “Indonesia Lawyers Club”. ILC
merupakan sebuah acara TV yang di
dalamnya berkumpul
para pengacara (lawyers) dan orang-orang yang ahli dalam bidang tertentu. ILC merupakan suatu wadah untuk mendiskusikan kasus yang menyita
perhatian rakyat Indonesia, kasus yang sedang hangat dibicarakan di media cetak
maupun elektronik yang bertujuan untuk mencari solusi dan berdiskusi dengan
tema yang diangkat. Acara ini biasanya mengangkat tema mengenai kasus-kasus
hukum yang sedang terjadi di Indonesia.

Sehubungan dengan hal
tersebut, pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan pada kemampuan siswa dalam
berkomunikasi baik melalui lisan maupun tulisan. Salah satu keterampilan lisan
yang harus dikuasai siswa adalah keterampilan berbicara. Untuk itu, “Kesantunan berbahasa Indonesia dalam acara “Indonesia
Lawyers Club” dan relevansinya terhadap materi pembelajaran di SMP”
ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai  alternative materi ajar berkaitan dengan
keterampilan berbicara, dalam hal ini termuat dalam Kurikulum 2013 revisi kelas IX semester 1 pada kompetensi isi (KI) 3 yaitu Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah. Materi diskusi termuat pada kompetensi dasar (KD) 3.10 yaitu Menelaah
pendapat, argumen yang mendukung dan yang kontra dalam teks diskusi berkaitan dengan permasalahan aktual yang dibaca dan didengar.

Kajian mengenai kesantunan merupakan kajian yang
menarik. Hal itu terbukti ditemukannya beberapa penelitian yang mengkaji kesantunan berbahasa Indonesia.
Beberapa penelitian tersebut antara lain dilakukan oleh Intan (2014) dengan judul “Tindak Tutur Ekspresif
Pengungkapan Kekesalan Berbahasa Indonesia Dalam Acara “Hitam Putih” Trans 7″.
Penelitian yang serupa juga dilakukan oleh Setianingsih (2015) dengan judul
“Kesantunan Berbahasa Indonesia Mamah Dedeh Dalam Ceramah Mamah dan Aa di Indosiar”