Catatan Pahit menjadi manis Atau sekalian hambar Sebuah

Catatan Lepas

 

Hidup itu bukan sekali

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Hidup itu datang berkali-kali

Setiap saat kita terlahir
sebagai manusia-manusia baru, yang berbeda dari saat sebelumnya

Sang ibu yang bernama waktu

Selalu punya cara untuk
memberi kejutan pada anak-anaknya

Seikat takdir… untuk kita,
pengurai hari

 

Hari-hari menjadi berarti

Dengan tawa dan air mata

Lebih dari sekedar lakon dalam
sandiwara

Di tempat dan di saat yang
sama, kita hanya punya satu rasa

Rasa itu adalah rasa kita
sendiri

Orang lain tak bisa meminjam
atau mencurinya

Sebagaimana kita yang tak bisa
meminjam atau mencuri perasaan orang lain

Rasa itu adalah kekayaan
kita

Sedih, bahagia, susah,
senang

Mestinya kita bersyukur

 

Dan… dalam rasa tak ada lagi
rasa

Tak ada sedih dalam bahagia

Tak ada bahagia dalam sedih

Rasa selalu jujur apa adanya

Ia akan berganti bila
kenyataan memintanya

Manis menjadi pahit

Pahit menjadi manis

Atau sekalian hambar

 

Sebuah rasa yang mengarak kematian….

 

Kematian ibarat samudera

Di atasnya ada pulau
kehidupan

Ombak samudera selalu datang

Mengikis habis sang pulau
yang tak sejati

 

Kematian dan kehidupan
sangatlah dekat

Sedekat antara salju dan dinginnya,
atau api dengan panasnya

Kematian adalah bagian dari
kehidupan

 

Dunia menjadi banyak,
sebanyak harapan dan impian manusia

Dunia kesuksesan, dunia
kegagalan, , ,

Musim dan cuacanya pasti
berbeda

 

Jika matahari berubah
menjadi pelita kecil

Tertiup angin lalu padam

Makhluk bumi akan merayap
dalam gelap

Telanjang dan berjubah sama
saja

Dan itu naif

Tapi yang lebih naif dari
itu adalah… saat matahari masih ada dan bersinar sangat terang

Ada orang yang berjalan
sambil menutup mata

Lubang dan kerikil sama
diinjak, rambu-rambu juga dilanggar

 

Hidup-Mati

Ada orang yang
menggantungkan hidupnya pada kematian orang lain

Semakin banyak orang yang dibunuh,
maka semakin langgenglah hidupnya