Bab komponen penting seperti Kepala sekolah, guru, staf

Bab
I

PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

1.1  Latar Belakang Masalah

 

Sudah semestinya manusia adalah makhluk sosial, yang hidup secara
berdampingan dengan, antar manusia lain secara individu ataupun
berkelompok.Yang dimaksud dengan cara individu adalah komunikasi antara orang
satu dengan yang lain. Atau seseorang dengan lingkungan sekitar, dan juga
dengan kelompok yang lain. Pengertian dari komunikasi berkelompok adalah
komunikasi yang secara berlangsung dalam suatu kelompok atau group untuk menyelesaikan suatu masalah
yang menyangkut kepentingan banyak orang, dalam suatu kelompok. Komunikasi
dapat juga mempermudah atau memberikan informasi kepada masyarakat secara
benar. Komunikasi merupakan  salah satu
alat yang tidak bisa di pisahkan dari semua aktivitas yang menyangkut kehidupan
manusia dalam berorganisasi atau cara bersosialisasi. Manusia merupakan  makhluk sosial yang mengharuskan antar
manusia untuk saling berhubungan dengan individu ataupun kelompok dengan
berbagai macam tujuan. Dengan adanya berkomunikasi yang benar,dapat menjadikan
suatu informasi yang lebih rinci.

Dalam
era globaliasasi teknologi yang semakin maju ini komunikasi menjadi peran yang
sangat penting untuk menghindari pengaruh negatif dari sosial media. Dengan
cara berkomunikasi yang digunakan dengan positif , maka seseorang dapat menjadi
seorang yang sukses, tetapi kalau dengan cara berkomunikasi negatif, dapat
mengakibatkan seseorang itu menjadi gagal dan berdampak negatif untuk mencapai
tujuannya. Kebanyakkan komunikasi di kalangan pelajar yang dilakukan adalah
komunikasi organisasi antar pelajar sekolah menengah atas atau pula sesama
pelajar. Sebagian orang menaggap bahwa berorganisasi itu penting. Dengan tujuan
untuk berkomunikasi, sangatlah erat dan berkaitan dengan organisasi yang
merupakan suatu sistem atau alat untuk penghubung dan sesuatu yang bisa
membangkitkan kinerja antar anggota dalam suatu organisasi. Dengan melakukan
komunikasi juga orang dapat menyampaikan pikiran,perasaaan dan penilaian kepada
orang lain.

 

Sekolah menjadi salah satu wadah dan pembentukan karakter
siswa untuk berkehidupan positif di dalam sekolah dan di kehidupan masyarakat
sekitar,agar bersinergi. Supaya kehidupan di sekolahan bisa seimbang dengan
kehidupan di masyarakat. Organisasi yang termasuk ke dalam  bagian formal, karena terdiri atas komponen –
komponen penting seperti Kepala sekolah, guru, staf – staf yang bersangkutan dengan
tata usaha, dan yang terakhir adalah siswa yang masing-masingnya mempunyai
tanggung jawab atau tugasnya masing-masing. Selain itu komunikasi juga berperan
dalam membangun iklim yang dapat mempengaruhi produktivitas siswa di dalam
organisasi.

 

1.2   Rumusan Masalah

 Rumusan masalah tentang ” Pentingnya
Komunikasi Organisasi di Kalangan Pelajar di   Sekolah SMAN 6 Bekasi ” adalah sebagai berikut
:

1.
Apa fungsi komunikasi organisasi terhadap pelajar?

2.
Bagaimana efek komunikasi organisasi terhadap interaksi sosial di kalangan
pelajar di Sekolah SMAN 6 Bekasi?

3.
Bagaimana proses agar komunikasi organisasi tersebut berjalan dengan efektif?

4.
Kapan komunikasi organisasi dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari?

 

1.3  Tujuan Penelitian

Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pentingnya komunikasi
organisasi di kalangan pelajar sekolah menengah atas di lingkungan SMAN 6
Bekasi berdampak baik atau buruk serta pola-pola berfikir di dalam masyarakat
yang dialami secara langsung ataupun tidak langsung.

 

1.4  Ruang Lingkup Penelitian

Peneliti
mengambil sasaran ruang lingkup di lingkungan sekolah SMAN 6 Bekasi dan diikut
sertakan juga beberapa pelajar yang termasuk ke dalam kehidupan masyarakat
sekitar.

 

 

 

1.5  Metode Penelitian

Metode
penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan metode
kuantitatif.Metode kualitatif , karena bersifat umum dan berkembang dalam
proses penelitian. Dan juga metode ini mengutamakan pemahaman dari siswa-siswi
tentang proses yang sedang di teliti oleh penulis. Metode kuantitatif adalah
metode dengan pendekatan terhadap siswa.

 

1.6  Metode Pengumpulan Data

Penulis
memperoleh data yang diambil atau yang dipergunakan dalam penyusunan tugas
ini,penulis menggunakan metode antara lain , sebagai berikut :

 

1.     
Wawancara

Menggunakan
metode ini untuk mengumpulkan data pada metode penelitian kualitatif,

Penulis
memberikan pertanyaan tanya jawab secara langsung ataupun tidak secara
langsung  melalui media sosial yaitu line
atau whatsapp.Untuk mendapatkan informasi secara mendalam untuk memenuhi
kebutuhan.

 

2.     
Kuisioner

Kuisioner
merupakan teknik pengumpulan data dalam metode kuantitatif , peneliti
memberikan beberapa pertanyaan kepada responden secara langsung ataupun secara
tidak langsung.

Kuisioner
dibagikan :

Hari
: Sabtu

Tanggal
: 25 – November – 2017

Pukul
: 08.00 WIB

Sasaran
: Pelajar SMAN 6 Bekasi dan lingkungan sekitar

 

 

 

Bab
II

TINJAUAN
PUSTAKA

 

2.1  Kerangka Teori

Macam-macam
yang teori yang berkaitan dalam penelitian ini,antara lain:

1.     
Teori Perilaku

Teori
perilaku ini dilihat dari bagaimana perilaku seseorang memberikan perhatian
pada bagaimana seseorang berperilaku atau bertindak dalam situasi komunikasi
yang akan dihadapinya. Teori ini juga bisa dilihat dari adanya hubungan yang
kuat antara hasil yang diterima dengan respons yang diberikan. Teori perilaku
ini melihat hubungan antara perilaku komunikasi dengan tingkah laku seseorang.

2.     
Teori Biologis

Teori
ini menjelaskan bagaimana seseorang itu berperan dari struktur dan fungsi otak
serta faktor keturunan yang dimiliki seseorang memengaruhi perilakunya.

3.     
Teori Birokrasi Organisasi

Teori
birokrasi organisasi ini adalah teori ini dikemukakan Max Weber juga memberikan suatu gagasan yang mewakili pandangan
klasik mengenai struktur organisasi yang bersifat hierarkis dan dikontrol oleh
aturan. Yang dimaksud di sini adalah teori yang mengutamakan aturan dalam
berorganisasi.Birokrasi berkaitan dengan organisasi masyarakat yang dibuat
secara ideal. Menurut Max Weber
(2009:27)  ” birokrasi itu adalah sistem
kekuasaan , posisi pemimpin yang mengkontrol atas bawahannya.Sistem ini sangat
mengutamakan aspek kedisplinannya . Karena itu, birokrasi dimasukkan sebagai
sistem legal dan rasional “.

 

 

 

2.2 Batasan Istilah

1. Komunikasi

Komunikasi
adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui suatu
sistem sehingga pesan yang disampaikan kepada komunikator akan diterima dan
tercapai dengan sempurna oleh komunikan ( Julia.T.Wood
).Komunikasi juga diartikan sebagai ini arti dari sebuah
kepemimpinan.Kepemimpinan dapat dikatakan secara efektif apabila tercapainya
komunikasi yang melalui proses dari pimpinan ke anggotan dan sebaliknya.

Fungsi
komunikasi , adalah :

a.      
Tindakan komunkasi adalah untuk
mengendalikan perilaku anggota dalam beberapa cara diantaranya.

b.     
Membantu dalam perkembangan motivasi
dengan menjelaskan kepada seseorang tentang bagaimana yang harus dilakukan agar
mendapatkan hasil yang terbaik.

c.      
Komunikasi juga mengungkapkan emosional
dari perasaan seseorang

d.     
Memberikan informasi yang dibutuhkan
individu ataupun kelompok untuk mengambil suatu keputusan.

Bentuk-bentuk
dari komunikasi itu sendiri , adalah :

a.      
Komunikasi Vertikal

Komunikasi
vertikal merupakan komunikasi yang mula dari pemimpin ke bawahan dan dari bawahan
kembali ke pemimpin secara timbal balik.

b.     
Komunikasi Horizontal

Komunikasi
ini tidak formal karna komunikasi ini secara mendatar , contohnya adalah
komunikasi seorang pelajar dengan seorang pelajar yang terjadi secara tidak
formal.

 

2.      Organisasi

Organisasi
merupakan sekumpulan orang-orang untuk mencapai tujuan bersama-sama dan juga
memecahkan suatu masalah secara musyawarah dan mufakat. Di dalam berbagai ilmu
yang sosial, organisasi dipelajari oleh parah ahli dari berbagai bidang dan
berkembang sesuai dengan tahap seperti ilmu politik,sosisologi,manajemen dan
psikologi. Terdapat berbagai macam teori serta penilaian tentang berorganisasi.
Ada yang setuju dan ada juga yang tidak setuju dalam  perkembangan dan kemampuan anak dalam aspek
kepribadian yang tidak selalu sama di dalam suatu kelompok dengan jarak usia
tertentu. Menurut Stephen P. Robbins
menyatakan bahwa organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang merupakan tempat yang didalamnya terdapat
orang-orang guna melakukan berbagai kegiatan sesuai dengan tujuan dari
organisasi tersebut. Dalam berorganisasi masing-masing individu dapat
berinteraksi dengan seluruh bagian struktur organisasi yang terkait. Secara
langsung maupun tidak langsung dapat berinteraksi dengan secara efektif
masing-masing individu bisa berpartisipasi di dalam organisasi yangdiikutinya. Dengan
bergabungnya masing-masing individu di dalam berorganisasi dapat menimbulkan
pengetahuan yang lebih mendetail atau secara lengkap. Organisasi terbentuk
karena aspek-aspek seperti mempersatukan visi dan misi untuk mencapai tujuan
yang sama di dalam lingkungan organisasi tersebut. Secara sadar,dengan batasan
yang relatif dapat mengidentifikasikan, pekerjaan atas dasar relatif dan  terus-menerus untuk mencapai suatu tujuan
bersama. Organisasi yang dianggap baik adalah suatu organisasi yang
keberadaannya diakui dalam lingkungan tersebut dan dapat memberikan kontribusi
yang positif. Misalnya,pengambilan sumber daya manusia untuk mengurangi
pengangguran dan mengarahkan kegiatan yang kurang positif. Organisasi belum
dikatakan lengkap apabila tidak ada peran pemimpin. Peran pemimpin yang
dikatakan sempurna atau baik apabila ia mampu menguasai komunikasi dengan
sempurna. Pemimpin harus mampu menguasai perubahan yang tiba-tiba,di dalam
organisasi dapat menyelesaikan dengan secara bijaksana tanpa menyinggung
individu yang lain. Seorang pemimpin dengan menguasai komunikasi yang benar dan
tepat, maka pemimpin tersebut akan memiliki nilai tambah, baik untuk lingkungan
sekitarnya ataupun kehidupannya.

 

 

Ciri-ciri
yang terdapat di dalam organisasi yang baik ,antara lain :

Dengan
terorganisasi 
Dapat
dipahami dan dimengerti oleh seluruh anggota
Dapat
diterima oleh seluruh anggota
Pengelompokkan
tugas yang tersusun secara terorganisasi
Struktur
organisasi diatur secara terorganisir

 

3.      Komunikasi organisasi

Komunikasi
organisasi merupakan pengiriman dan penerimaan 
berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal. Yang
dimaksud dengan komunikasi formal,biasanya terjadi di dalam suatu organisasi. Biasanya
komunikasi formal sudah mempunyai aturan dan tata cara secara pasti dan
tertuangkan di dalam aturan organisasi atau sekolah tersebut. Selanjutnya, yang
dimaksud dengan komunikasi informal adalah komunikasi yang terjadi dalam suatu
organisasi atau sekolah yang tidak ditentukan dalam struktur atau aturan yang
tidak dituangkan dalam suatu peraturan organisasi dan sekolah. Dan komunikasi
informal tidak akan berpengaruh pada kegiatan organisasi dan sekolah,misalnya
percakapan antara siswa satu dengan siswa dan lain-lainnya, menurut Wiryanto (2005).Komunikasi organisasi
bisa saling memperat antar individu yang bertujuan untuk melaksanakan tugas
atau suatu pekerjaan secara terorganisasi.

4.      Sekolah

Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) , mendefinisikan
sekolah sebagai suatu lembaga yang digunakan untuk melakukan suatu kegiatan
belajar mengajar serta menyampaikan informasi atau ide-ide yang menjadi penentu
suatu ilmu pengetahuan.Sekolah merupakan ruang lingkup terjadinya komunikasi
yang dapat dilakukan dimana siswa atau seseorang  bisa menuntut ilmu dan mendapatkan ilmu baik
secara jasmasni dan rohani.

 

5.      Pelajar

Pelajar
merupakan siswa – siswi yang duduk di meja belajar setara sekolah dasar maupun
sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas. Siswa – siswi belajar untuk
memperoleh ilmu pengetahuan untuk mencapai suatu pemahaman ilmu yang di dapat
di dunia pendidikann dengan tujuan untuk menjadikan seseorang berilmu,
berpengetahuan,  berketrampilan,
berpengalaman, berkepribadian, berakhlak mulia dan mandiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab
III

PEMBAHASAN

 

Menurut
penulis,komunikasi organisasi sangatlah penting karena dengan kita
berkomunikasi maka itu dapat memimpin,mengarahkan,memberikan
semangat,memotivator dan menciptakan sesuatu. Dimana setiap orang mau
memberikan konstribusi,dalam proses,bahwa komunikasi merupakan suatu proses
sosial untuk menyampaikan perasaan atau informasi berupa ide-ide atau
gagasan-gagasan dalam mempengaruhui seseorang. Agar komunikasi berjalan dengan
maksimal,hendaknya berkomunikasi dengan individu atau kelompok lain agar
menerima respon,sikap untuk mengemukakan sesuatu. Organisasi bukan hanya
memiliki tujuan tetapi juga memiliki berbagai manfaat organisasi yang banyak
terdapat di dalam kehidupan. Adanya manfaat berorganisasi dapat dirasakan oleh
siapa saja yang mengikuti kegiatan organisasi tersebut.

Salah
satu manfaat organisasi yang nyata dalam keikutsertaan berorganisasi,membentuk
mental individu yang berani mengungkapkan di depan umum serta dapat terbiasa
melakukan kerjasama,memecahkan masalah. Manfaat tersebut sangat mendukung di
dalam dunia sekolah dan lingkungan sekitar. Efeknya suatu komunikasi,dapat
dikatakan berhasil jika respon yang timbul pada penerima sesuai dengan
komunikasi untuk melakukan suatu program pendidikan. Aktivitas atau gagasan
yang termasuk ke dalam suatu organisasi. Komunikasi merupakan alat untuk
menyampaikan tujuan. Terjadinya proses komunikasi dalam organisasi bisa terjadi
secara langsung ataupun secara tidak langsung.Untuk mengemukakan apa yang
terjadi,dalam memilih suatu informasi.

Hendaknya
semua bagian (pelajar) bertindak sebagai sumber komunikasi maupun sebagai
penerima komunikasi secara langsung maupun tidak langsung. Yang dimaksud dengan
komunikasi secara langsung adalah pertemuan antara guru dengan siswa yang mempunyai
masalah lebih cepat untuk diselesaikan secara langsung tanpa adanya campur
tangan orang lain atau media tertentu. Yang dimaksud dengan komunikasi tidak
secara langsung adalah komunikasi yang dilakukan melalui pihak-pihak yang
lain,misalnya dengan pihak ketiga (perantara orang) , media sosial (via
internet,via telephone,via surat). Dalam
kegiatan suatu organisasi baik itu individu maupun kelompok,tentunya tidak
terlepas dari komunikasi. Oleh sebab itu, suatu proses pendidikan akan mencapai
keberhasilan, dengan komunikasi yang baik dan sesuai dengan harapan , dimana
gagasan-gagasan atau ide-ide yang di bahas dalam suatu musyawarah antara guru
dengan murid-murid,sehingga terjadi suatu pemahaman informasi segala sesuatu. Hal
itu menjadi pokok pembahasan untuk menuju kesepakatan dan kesatuan berpendapat.
Dengan tujuan, dapat tercapainya suatu keputusan yang maksimal tanpa adanya
sesuatu hambatan. Hambatan yang timbul dari kurangnya informasi yang
disampaikan,salah satu contohnya adalah : Seorang guru memberikan sebuah
pertanyaan kepada siswanya tetapi, cara penyampaian guru tersebut kurang
dipahami, sehingga menyebabkan siswa menjadi kurang paham atas tugasnya
tersebut.

Dampak negatif dari kegiatan
berorganisasi.

Pada
saat ini organisasi merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan siswa atau
murid terhadap masyarakat sekitar.Dan di era teknologi yang semakin modern ini,
banyak remaja-remaja yang sudah mengabaikan untuk kegiatan berorganisasi. Akibat
dari remaja yang meninggalkan kegiatan organisasi membuat perilaku remaja yang
menjadi tidak sopan,urak-urakan,dan tidak menghargai pendapat dari orang lain.

Dampak positif dari kegiatan
berorganisasi

Mendewasakan
kepribadian dimana remaja yang pada awalnya hanya berfikir untuk diri sendiri
dan kesenangan sendiri,dengan adanya dia berorganisasi akan mampu memulai
kehidupan dengan berbagai macam pertanyaan seputar kehidupan bermasyarakat. Dan
akan mampu menilai berbagai hal baik positif maupun negatif,dan mulai berfikir
cara untuk memecahkan suatu masalah yang sedang dihadapi. Menjadikan diri lebih
bertanggung jawab.Dan berani untuk mengemukakan pendapat ide ataupun opini di
muka umum. Menambah wawasan untuk mengaspirasikan gagasan secara tidak langsung
ataupun langsung ke seputaran kehidupan berorganisasi maupun bermasyarakat. Dimana
sebelumnya dia belum mengenal adanya analasis ataupun kaderisasi di seputaran
pendidikan,masyarakat dalam berorganisasi. Bisa membawa ke sifat yang lebih
kritis dengan seringnya mengikuti dalam berorganisasi maka dia akan menambah
ilmu, untuk bisa mengetahui suatu masalah dengan benar dan salah. Maka, pada
saat mendengar atau melihat sesuatu maka dia berani berkomentar untuk
menyampaikan suatu kebenaran yang mengarah ke positif di dalam lingkungan
sekolah ataupun masyarakat tersebut. Peduli terhadap sesama jika seseorang
remaja sudah menjadi berani, percaya diri ,cerdas,serta kritis. Selanjutnya dia
akan menjadi seseorang yang peduli terhadap sesama.Pada dasarnya, seorang
remaja diajari bagaimana dia bertindak sigap kepada situasi baik buruk di dalam
berorganisasi.Jika seaindainya seorang di dalam organisasi mendapatkan masalah
tentu dia haruslah membantu , serta menolong temannya yang di dalam organisasi
tersebut.Bertambahnya silahturahmi terhadap anggota.

Potensi
yang dimiliki seorang remaja akan berkembang dengan sendirinya melalui kegiatan
yang dia lakukan tanpa ada paksaan atau tuntutan dari orang lain.Seorang remaja
mampu memahami potensi yang dimiliki dalam dirinya dan mampu untuk
mengembangkan dengan baik.Potensi yang dimiliki akan sangat membantu seorang
remaja dalam menyongsong masa dewasanya.Sehingga seorang remaja memiliki tujuan
yang lebih terarah dalam menggapai asa dan cita-cita.

 Komunikasi organisasi memiliki 3 bagian ,
antara lain :

1)     
Struktur

Dalam organisasi, struktur memberikan
prediktabilitas untuk anggota agar mereka memahami peran, prosedur, dan
harapan. Kebanyakan organisasi modern bergantung pada struktur hierarki yang
menetapkan perbedaan level kekuatan dan status kepada anggota yang berbeda dan
menentukan rantai komando yang mengatakan siapa yang berkomunikasi dengan siapa
tentang apa dan bagaimana.

2)      Jaringan Komunikasi

hubungan yang terjadi di antara anggota
organisasi, baik itu hubungan yang bersifat formal maupun nonformal, di sosial
media ataupun bukan di sosial media.

 

3)      Link
to External Environment

Organisasi harus juga melihat ke faktor
luar yang sangat erat hubungannya dengan organisasi dan dapat memengaruhi
kinerja di dalamnya. Contoh faktor yang memengaruhi yaitu, keadaan ekonomi dan
perang.

 

Bab
4

KESIMPULAN
& SARAN

 

4.1  Kesimpulan

Dalam penelitian tersebut komunikasi organisasi
adalah sebagai alat untuk mempersatukan siswa agar lebih berakhlak,berbudi
pekerti,berperilaku yang baik dan terorganisasi secara teratur. Berkomunikasi
dengan individu atau kelompok mampu membentuk kepercayaan diri seseorang
menjadi lebih percaya diri. Dalam kegiatan organisasi yang baik antara individu
atau kelompok tentunya tidak terlepas dari komunikasi.Dengan adanya komunikas,
maka saling keterbukaan antara individu dan kelompok membantu seseorang untuk
mengemukakan pendapatnya baik ataupun buruk. Dan suatu lembaga pendidikan
mencapai keberhasilan apabila kedua belah pihak saling bermusyawarah secara
bersama untuk mencapai hasil atau tujuan yang maksimal. Dalam melakukan komunikasi
juga perlu memperhatikan aspek-aspek pada saat terjadinya suatu komunikasi
antara siswa dengan guru ataupun sebaliknya. Dalam berorganisasi, kita bisa
mengenal dunia di dalam sekolah maupun luar sekolah.Aspek yang harus dimiliki
seseorang atau siswa dalam berorganisasi yaitu mental. Jika kita sudah
mempunyai mental untuk berlabuh pada sebuah organisasi,yang dimana itu akan
memudahkan seseorang dalam melanjutkan perjalanan selanjutnya. Pentingnya
organisasi tidak mampu menjadikan tolak ukur secara formal,namun bisa kita
rasakan dengan perasaan. Efek dari berorganiasi itu sendiri adalah membuat
seseorang atau siswa menjadi tidak merasakan yang namanya gugup atau gemeteran
pada saat melihat suatu kumpulan orang yang akan mendengarkan apa yang akan
kita ucapkan.

4.2  Saran

Peneliti memberikan saran yaitu, di dalam organisasi
harus melakukan komunikasi secara musyawarah yang benar. Untuk menentukan hasil
yang disepakati oleh anggota lingkungan tersebut. Dan anggota dapat
menyampaikan sesuatu atau pendapat yang lain. Akan di musyawarahkan dalam
organisasi supaya menghasilkan keputusan yang seadil-adilnya dan dapat diterima
oleh anggota yang lain. Maka di dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting
untuk berkomunikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dengan orang lain. Yaitu
dengan cara pertukaran informasi,saling mendengar dan memahami suatu
pembicaraan. Sangat banyak metode komunikasi yang bisa digunakan,antara lain :
dengan metode gerakan tubuh untuk membuat seseorang itu bisa terpengaruh atau
dapat mudah untuk dipahami.

Peneliti
menyarankan agar suatu komunikasi bisa berjalan dengan baik dengan cara ,
antara lain:

–         
Selalu
menghargai siapa yang diajak berkomunikasi

(
Hargai setiap lawan bicara kita, pada saat berbicara. Kadang-kadang lawan
bicara kita lebih paham dan mengerti dan belum tentu kita mengetahuinya )

–         
Perhatikan
dengan baik nada dan gaya bahasa yang dipergunakan

(
Kita harus menyadari tentang nada saat berbicara , tetapi tetap perhatikan nada
bicara yang digunakan untuk memperjelas sesuatu hal. Penekanan nada harus
meyakinkan,membuat orang lain langsung mengerti apa yang kita katakana dan
hindari nada yang terlalu tinggi. Agar suasana lebih nyaman )

–         
Mengerti
dengan apa yang diutarakan

(
Mengawali suatu komunikasi,harus mengetahui tentang persoalan yang akan
dibicarakan dan ketika lawan bicara kurang memahami dengan persoalan tersebut
maka diperbolehkan untuk mengganti masalah yang akan di bahas agar sama-sama
saling mengerti dan paham  )

–         
Berkomunikasi
harus membentuk kenyamanan dalam berbicara

(
Cara membangun komunikasi yang baik dan nyaman.Hindari ketegangan dan
kecekcokan lawan bicara,bersikaplah terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi )

–         
Perhatikan
bahasa tubuh pada saat berkomunikasi

(
Perhatikan lawan bicara kita dengan cara menyesuaikan bahasa tubuh, yang
dilakukan dengan mengikuti gerak tubuh lawan komunikasi. Jangan sampai tidak
nyaman . Perhatikan gerak mata , alis ,bibir, dan tangan.Supaya lawan bicara
kita merasa senang )

–         
Pada
saat berkomunikasi berikanlah kritik dan saran

(
Berkomunikasi memang bertujuan untuk menyampaikan atau bertukar informasi
tersebut beriisi kritikan dan saran yang disampaikan oleh lawan pembicara . Dan
selalu menjaga perasaan , nada bicara untuk menyampaikannya )

–         
Pastikan
berkomunikasi dengan jelas dan jangan keluar dari tema pembahasan

(
Pada dasarnya, informasi bertujuan untuk memecahkan suatu permasalahan yang
membuat orang yang aman dan nyaman )

–         
Mendengarkan
apa yang dibicarakan dengan penuh keseriusan

(
Setelah mengetahui judul persoalan,kita harus bisa melatih diri untuk
memberikan ekspresi yang tepat. Ketika seseorang berkomunikasi dengan kita
berikan respon kepada baik dan ramah kepada lawan bicara)

–         
Perhatikan
tanda-tanda pembicaraan yang akan berakhir

(
Bisa dilihat dari sikap dan cara berbicara lawan ketika , dia mengingkan untuk
mengakhiri suatu pembicaran. Misal : Ketika dia sibuk melihat jam atau melihat
kearah luar rumah, Itu pertanda bahwa dia ingin mengakhiri pembicaraan )

–         
Sisipkan
sesuatu pertanyaan dan diakhiri dengan sesuatu yang lucu dan menyenangkan

(
Hal ini sangatlah penting ketika berkomunikasi dengan seseorang , kita harus
mengetahui apa yang dimaksud mengenai persoalan yang serius yang sedang
dibahas. Biasanya akan menimbulkan ketegangan dan keseriusan. Supaya
menghasilkan sesuatu hasil yang sesuai yang memuaskan. Setelah selesai kita
tutup dengan sedikit lelucuan supaya dapat mencairkan ketegangan tersebut )

Semoga
dengan adanya cara peneliti ini dapat membuat komunikasi yang
baik,menyenangkan, dan bermanfaat.