1. mampu menilai mana yang benar dan mana

1.      PENDAHULUAN

1.1  Latar
Belakang

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Entrepreneurship atau
kewirausahaan adalah usaha kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi untuk
menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberi manfaat,
menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna bagi orang lain. Entrepreneurship
mengandung makna wiraswasta atau wirausaha adalah cabang ilmu ekonomi yang
mengajarkan bagaimana kita bisa mandiri dalam memulai suatu usaha dalam rangka
mencapai profit serta mengembangkan seluruh potensi ekonomi yang dimiliki.

Menjadi seorang entrepreneur
tidaklah mudah karena membutuhkan berbagai skill individu yang wajib dimiliki
salah satunya adalah jiwa Leadership, maksud dari jiwa leadership disini adalah
seorang entrepreneur harus memiliki jiwa kepemimpinan, dapat dipercaya, bertanggung
jawab, mudah bergaul dengan orang lain,dapat menerima saran dan kritik.

Berbicara mengenai Entrepreneur
dan Leadership, seorang pemimpin seharusnya memiliki kecerdasan emosional yang
tinggi karena seorang pemimpin sebaiknya mampu mengendalikan dirinya, tidak
emosional dan cepat marah, selalu sabar dalam bekerja jika terjadi hal-hal yang
tidak diinginkan, tekun dalam bekerja serta selalu positive thinking. Seorang
pemimpin yang memiliki EQ tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan karena memikirkan
dampak dari keputusan yang sudah diambil, selalu rendah hati (tawadlu),
konsisten, transparan serta terbuka kepada rekan kerja dan tidak merasa dirinya
paling benar.

Pemimpin dengan kecerdasan
spiritual yang tinggi bukan hanya sekedar beragama saja, tetapi yang terpenting
adalah beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa. Pemimpin yang mampu
menerapkan kecerdasan spiritual mampu menilai mana yang benar dan mana yang
salah mana yang halal dan mana yang haram, unsur SQ sangat penting bagi seorang
pemimpin karena membuat keberadaan dirinya bermanfaat bagi orang banyak.

Seorang pemimpin tentunya
dituntut memliki kecerdasan intelektual yang tinggi, akan tetapi banyak dari
pemimpin yang tidak memperhatikan atau tidak peduli dengan kecerdasan emosional
dan spiritual dan banyak sekali yang tidak mengaplikasikannya seperti tidak
bertanggung jawab, tidak adil, memanfaatkan orang lain, cepat marah selalu
negative thinking dan perbuatan tercela lainnya.

Melihat persoalan diatas, penulis
telah merumuskan karya tulis ilmiah dengan judul “Pentingnya ESQ di Dalam Sikap
Kepemimpinan Bagi Seorang Entrepreneur”.

 

1.2  Identifikasi
Masalah

1.     
Pengertian
Entrepreneurship dan Leadership menurut para ahli ?

2.     
Pengertian
EQ dan SQ ?

3.     
Bagaimana
cara mendidik dan menumbuhkan kecerdasan emosional dan spiritual bagi seorang
leader dan entrepreneur ? 

4.     
Seperti
apa kecerdasan emosional dan spiritual yang harus dimiliki oleh seorang leader dan
entrepreneur ?

5.     
Apa
saja yang membedakan seorang leader dan entrepreneur yang memiliki kecerdasan
EQ dan  SQ dan yang tidak memiliki
kecerdasan EQ dan SQ ?

 

1.3  Tujuan

1.     
Dapat
memahami pengertian entrepreneur dan leadership.

2.     
Dapat
memahami pengertian EQ dan SQ.

3.     
Mengetahui
bagaimana mendidik dan menumbuhkan kecerdasan emosional dan spiritual.

4.     
Mengetahui
kecerdasan emosional dan spiritual yang harus dimiliki oleh seorang leader dan
entrepreneur.

5.     
Mengetahui
perbedaan seorang leader yang memiliki kecerdasan EQ dan SQ dan yang tidak.

 

1.4  Tinjauan
Pustaka

Untuk mengkaji ilmu entrepreneur
dan leadership pentingnya esq di dalam sikap kepemimpinan bagi seorang
entrepreneur terdapat beberapa tulisan yang dapat digunakan sebagai pijakan.

Pertama,
Eddy Soeryanto Soegoto (2009:27) mendefinisikan bahwa Entrepreneur adalah orang
yang berjiwa Kreatif, Inovatif, Mandiri, Percaya Diri, Ulet dan Tekun, Rajin,
Disiplin, Siap Menghadapi Resiko, Jeli melihat & meraih Peluang, Piawai
Mengelola Sumber Daya dalam Membangun, Mengembangkan, Memajukan &
Menjadikan Usaha atau Perusahaannya Unggul.

Kedua,
Geoffrey G. Meredith et. Al (1995) mendefiniskan bahwa Entrepreneur adalah
orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan
bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil
keuntungan daripadanya serta mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan
kesuksesan.

Ketiga,
Siswanto Sudomo (1989) mendefinisikan bahwa Entrepreneur adalah segala sesuatu
yang penting mengenai seorang wirausaha, yakni orang yang memiliki sifat
bekerja keras dan berkorban, memusatkan segala daya dan berani mengambil risiko
untuk mewujudkan gagasannya.

Keempat,
Eddy Soeryanto Soegoto (2009:346) mendefiniskan bahwa kepemimpinan (Leadership)
adalah proses mengarahkan, menginstruksikan atau mempengaruhi orang lain atau
organisasi untuk melaksanakan suatu tugas atau tujuan organisasi.

Kelima,
Moejiono (2002) mendefiniskan bahwa Leadership adalah akibat dari satu arah,
karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan
dirinya dengan pengikutnya.

 

2.     
METODE

1.     
Metode
deskriptif

Atas rumusuan permasalahan yang
didasari oleh latar belakang yang penulis rancang dapat disimpulkan bahwa
metode desain penulisan yang akan digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini penulis
menggunakan metode desain penulisan deskriptif. Metode deskriptif dapat
diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan
menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam penelitian dapat berupa orang,
lembaga, masyarakat dan yang lainnya yang pada saat sekarang berdasarkan
fakta-fakta yang tampak atau apa adanya. Dalam penulisan karya ilmiah ini
penulis mencoba memaparkan atau mendeskripsikan mengenai pentingnya esq di
dalam sikap kepemimpinan  bagi seorang
entrepreneur dengan mencoba menggambarkan suatu keadaan dimana esq itu  sangat dibutuhkan bagi seorang leader atau enterpreneur dalam  menjalankan bisnis yang disertai dengan data –
data dan fakta yang tampak dan apa adanya. Serta penulis mencoba untuk
meramalkan rintangan seperti apa yang akan di hadapi oleh seorang leader  apabila tidak memiliki kecerdasan
emosional dan kecerdasan spiritual yang baik dan efektif.

 

2.     
Metode
Pustaka

Penulis mengambil metode pustaka
dengan mempelajari dan mengumpulkan data dari pustaka yang berhubungan dengan
alat, baik berupa buku maupun informasi dari internet searching.

 

3.     
Diskusi

Selanjutnya metoede diskusi
dilakukan oleh penulis dengan cara bertanya secara langsung mengenai pengalaman
pribadi dari seorang entrepreneur mengenai keterampilan berkomunikasi  yang memiliki efek besar dalam menjalankan
bisnis. Berdiskusi dengan  teman – teman
yang mengetahui tentang informasi yang di perlukan dalam membuat karya ilmiah
ini.

 

 

3.     
 HASIL
DAN PEMBAHASAN

3.1  Pengertian
Entrepreneur dan Leadership Menurut Para Ahli

Menurut Eddy  Soeryanto Soegoto, (2009), Entrepreneur
adalah orang yang berjiwa Kreatif, Inovatif, Mandiri, Percaya Diri, Ulet &
Tekun, Rajin, Disiplin, Siap Menghadapi Risiko, Jeli melihat & meraih
Peluang, Piawai Mengelola Sumber Daya, dalam Membangun, Mengembangkan,
Memajukan & Menjadikan Usaha atau Perusssahaannya Unggul.

Menurut Prijosaksono dan Bawono,
(2005), entrepreneurship dapat diartikan melalui 3 kata berikut: destiny,
courage, action. Ketiga kata tersebut merupakan kata-kata yang penting dalam
membangun sikap dan perilaku wirausaha dalam diri seseorang. Destiny berarti
takdir, yang sebenarnya lebih merupakan tujuan dan misi hidup kita adalah
fondasi awal untuk menjadi seorang wirausahawan yang sukses, dengan memiliki
tujaun hidup (life purpose) yang jelas, kita dapat memiliki semangat (spirit)
dan sikap mental (attitude) yang diperlukan dalam membangun sebuah usaha yang
dapat memberi nilai tambah dalam kehidupan kita. Keberania (courage) untuk
memulai dan menghadapi tantangan adalah sikap awal yang kita perlukan. Dalam
kewirausahaan, keberanian untuk mulai dan mengambil resiko adalah syarat
mutlak. Impian dan cita-cita yang besar, kemudian ditambah dengan kreativitas
yang diwujudkan dengan keberanian untuk mencoba dan melakukan (action) langkah
pertama adalah awal kesuksesan seorang wiraswasta sejati.

 

 

3.2  Pengertian
Kepemimpinan (Leadership)

Menurut
Eddy Soeryanto Soegoto (2009:346), Kepemimpinan (Leadership) adalah proses
mengarahkan, menginstruksikan, atau memengaruhi orang lain atau organisasi
untuk melaksanakan suatu tugas atau tujuan organisasi.

Kepemimpinan
Merupakan:

·        
Sifat
yang melekat pada diri seorang pemimpin, seperti: kepribadian, kemampuan, dan
kesanggupan

·        
Serangkaian
kegiatan pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan serta gaya atau
perilaku pemimpin itu sendiri

·        
Proses
antarhubungan atau interaksi antara pemimpin, bawahan dan situasi

·        
Seni
untuk menciptakan kesesuaian paham

·        
Bentuk
persuasi dan inspirasi

·        
Kepribadian
yang mempunyai pengaruh

·        
Tindakan
dan perilaku

·        
Titik
sentral proses kegiatan kelompok

·        
Hubungan
kekuatan/kekuasaan

·        
Sarana
pencapaian tujuan

·        
Hasil
dari interaksi

·        
Peranan
yang dipolakan

·        
Inisiasi
struktur

 

Dikutip
dari Teori Sifat, Teori ini menyatakan bahwa keberhasilan seorang pemimpin
ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin
itu. Untuk menjadi seseorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh
kemampuan pribadi pemimpin yakni kualitas seseorang denganberbagai sifat,
perangai atau ciri-ciri di dalamnya

 

3.3  Pengertian
EQ dan SQ

EQ adalah kecerdasan emosional
yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri sendiri, semangat, dan  ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi
diri sendiri dan bertahan mengahadapi frustasi, kesanggupan untuk mengendalikan
dorongan hati dan emosi, tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana
hati dan menjaga agar beban stres tidak melunturkan kemampuan berpikir, untuk
membaca perasaan yang terdalam dari orang lain atau berempati dan berdoa, untuk
memelihara hubungan dengan orang lain sebaik-baiknya, dari EQ kita dapat
memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah serta untuk memimpin diri sendiri
dan memipin lingkungan sekitar.

Perlu dipahami bahwa SQ tidak
selalu berhubungan dengan agama saja, kecerdasaan spiritual (SQ) adalah
kecerdasan jiwa yang dapat membantu seseorang membangun dirinya secara utuh, SQ
tidak bergantung pada budaya atau nilai. Tidak mengikuti nilai-nilai yang ada,
tetapi menciptakan kemungkinan untuk memiliki nilai-nilai itu sendiri.
Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang berasal dari dalam hati, menjadikan
kita kreatif ketika kita dihadapkan pada permasalahan pribadi dan mencoba
melihat makna yang terkandung di dalamnya serta mampu menyelesaikan dengan baik
agar memperoleh ketenangan dalam diri serta mendapatkan ketenangan dan
kedamaian di dalam hati. Kecerdasan spiritual membuat seseorang dapat
mendapatkan makna dari setiap kegiatan sebagai ibadah, demi kepentingan orang
lain dan Tuhan yang sangat dicintainya.

           

3.4  Cara
Mendidik dan Menumbuhkan Kecerdasan Emosional dan Spiritual Bagi Seorang Leader
dan Entrepreneurship

Dahulu orang lebih mengedepankan
kecerdasan intelektual (IQ) saja. Seiring dengan perkembangan zaman kondisi ini
mulai berubah dengan adanya kecerdasan emosional (Emotional Quotient). Dulu
banyak sekali yang mempunyai pendapat bahwa seseorang yang mempunyai kecerdasan
intelektual (IQ) tinggi akan bisa menjadi seseorang yang memiliki pengaruh
besar di dunia, akan tetapi saat ini memiliki kecerdasan intelektual saja tidak
cukup dan bukanlah jaminan seseorang agar dapat sukses, harus juga di imbangi
dengan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spritual (SQ). Seseorang yang
memiliki kecerdasan emosional yang tinggi akan mampu menghadapi konflik dan
bisa mengatasinya secara dewasa dalam berbagai situasi, menjadi seorang
entrepreneur tentunya harus memiliki kecerdasan emosional karena mengingat
bahwa seorang yang bergerak dibidang entrepreneurship dalam usahanya akan
menemukan jatuh bangun dalam usahanya, selagi kita bisa menghadapi masalah
dengan hati dan pikiran yang jernih tentunya segala masalah yang menerpa akan
mudah untuk mengatasinya. Selain itu seorang entrepreneur pun harus memiliki
komitmen yang tinggi mengenai visi misi yang sudah dibuat, kecerdasan
intelektual jika diseimbangkan dengan kecerdasan emosional akan menjadi
pengaruh besar untuk seorang entrepreneur menjadi sukses. Langkah yang harus
dilakukan untuk memiliki kecerdasan emosional (EQ) adalah :

1.     
Belajar
untuk mengenal emosi diri sendiri

Tanyakan
kepada diri sendiri bagaimana perasaan yang sesungguhnya, kenali diri apakah
diri kita merupakan seorang yang pemberani, penyabar, pemarah, selalu cemas,
penakut dan lain-lain.

2.     
Belajar
untuk mengelola emosi diri

Sesuatu
yang berkaitan dengan emosi seperti marah, menangis, takut, cemas, bahagia itu
adalah hal yang wajar yang dialami oleh manusia, hal itu tidak wajar apabila
mengekspresikan secara berlebihan. Berlatihlah untuk mengelola emosi, jika itu
semua dapat dikendalikan kita akan menjadi seorang entrepreneur yang sukses.

3.     
Belajar
untuk membaca emosi orang lain

Hal
ini sangat penting bagi seorang pemimpin, dimana kita dapat membaca lawan
bicara apakah sedang sedih, takut, marah, bahagia, marah, atau ada hal yang
dirahasiakan dan lain-lain. Emosi dapat kita kenali melalui komunikasi verbal
dan non verbal melalui pandangan mata, gerak tubuh, ekspresi wajah, intonasi
dan nada pada saat bicara, dengan terbiasa membaca pesan non verbal kita akan
mudah mengenali kondisi emosi seseorang.

4.     
Belajar
mengambil keputusan

Bagi
seorang pemimpin atau entrepreneur ini sangat penting sekali, coba untuk
mengontrol keputusan yang akan dibuat pikirkan secara matang-matang dan secara
sadar, liat kondisi sekitar dan selalu pertimbangkan dampak dari keputusan yang
akan diambil, apakah hal itu bisa menguntungkan atau malah merugikan.

5.     
Memotivasi
diri setiap saat

Hal
ini akan membantu untuk selalu percaya diri, semangat, tekun, dan selalu
berpikir positif atas apa yang akan dikerjakan. Memotivasi diri sendiri akan
bagus untuk menumbuhkan mental seseorang.

6.     
Belajar
membina hubungan dengan orang lain

Seorang
pemimpin dan entrepreneur tentu sangat sering untuk membina hubungan dengan
konsumen atau dengan rekan kerja dan karyawan, kecerdasan emosi sangat
berpengaruh sekali dengan kemampuan seseorang menjalin hubungan baik dengan
orang lain. Yang utama adalah membuka hati untuk bisa menerima kelebihan dan
kekurangan orang lain, harus paham akan batasan-batasan atau norma yang harus
dipegang teguh dan tidak mencampuri privasi seseorang untuk tujuan mengenal
seseorang itu lebih jauh, biarkan berjalan sesuai dengan yang dibutuhkan.

 

     Dikutip
dari buku Strategic Leadership Across Cultures: GLOBE Study of CEO Leadership
Behavior and Effectiveness in 24 Countries, the importance of executive leaders
to the succes of their organizations is widely acknowledge (cf.Finkelstein,
Hambrick, & Canella, 2009;Zaccaro & Klimoski, (2001). The Global
Leadership and Organizational Behavior Effectiveness (GLOBE) research project
presented in this book has the principal goal of determining how societal
leadership expectations influence executive leadership behavior and effectiveness.
The focus of this book is on executive leadership behavior and its
effectiveness. Specifically, our study focuses on the behavior and performance
of chief executive officers (CEOs) and their top management teams (TMTs)

 

 

3.5  Seperti
Apa Kecerdasan Emosional dan Spiritual Yang Harus Dimiliki Oleh Seseorang
Leader dan entrepreneur

      Seorang
entrepreneur yang memiliki jiwa kepemimpinan harus memiliki kecerdasan
emosional dan diaplikasikan didalam kehidupan sehari-hari secara berkelanjutan.

Berikut
adalah penerapan kecerdasan emosional yang harus dimiliki oleh seorang
pemimpin:

1.      Motivasi

Mampu
menggerakan dan menuntun diri menuju kepada apa yang sudah direncakanan, sangat
efektif jika bertindak dan memiliki inisiatif yang tinggi, mampu bertahan
menghadapi kegagalan dan menghilangkan sikap frustasi.

2.       Pengaturan diri

Mampu
menangani dan mengelola emosi sehingga akan berdampak positif  kepada diri sendiri dan orang lain.

3.      Memiliki rasa empati atau peka

Ikut
merasakan apa yang sedang dirasakan oleh karyawan atau rekan kerja, mampu
memahami keinginan mereka, mampu berbaur kepada karyawan dan mencari solusi
secara bersama-sama.

 

     Pemimpin yang memiliki kecerdasan spiritual
akan mampu memperlakukan karyawannya secara manusiawi , karena tidak adanya
penghalang dari hati nurani walaupun memiliki keyakinan atau pendapat yang
berbeda, kita harus sadar bahwa tidak semua masalah bisa selesaikan secara
logis, teoritis ataupun linear. Karyawan dalam hal ini dianggap sebagai
representasi dari kemauan di masa yang akan datang. Ada beberapa ciri-ciri yang
menandakan bahwa seorang pemimpin memiliki kecerdasan spiritual yaitu tidak
pernah mengeluh karna ia percaya bahwa segala hal yang ada di dunia sudah
diatur jalannya oleh Tuhan YME, memiliki keyakinan teguh dan cinta kepada Tuhan
nya, memiliki pribadi yang tanggung jawab, mengetahui mana yang benar dan mana
yang salah, sabar jika terjadi kesalahan, memiliki sikap toleransi kepada orang
lain, tidak pernah membeda-bedakan. Jika bersikap selalu adil, dapat dipercaya.

 

3.6    
Apa saja yang membedakan seorang
leader dan entrepreneur yang memiliki kecerdasan EQ dan SQ dan yang tidak
memiliki kecerdasan EQ dan SQ

     Ada
beberapa hal pembeda dari seorang leader dan entrepreneur yang memiliki
kecerdasan EQ dan SQ kemudian mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari-hari
mulai dari cara bersikap didalam lingkungan kerja, lingkungan keluarga dan
lingkungan sekitar. Perbedaan paling signifikan adalah ika seorang pemimpin
memiliki kecerdasan EQ dan SQ ia mampu mengelola dan mengendalikan emosi
sehigga bisa menyelesaikan suatu permasalahan dengan kepala dan hati yang
dingin, hal itu yang tidak dimiliki oleh seorang pemimpin yang hanya
mengutamakan kecerdasan intelektualnya saja tanpa di imbangi dengan kecerdasan
emosional dan kecerdasan spiritual, banyak sekali karna berawal dari tidak
bisanya memecahkan masalah dengan hati dan kepala yang dingin perusahaan yang
dipimpin akan menjadi krisis, mulai dari krisis finansial maupun krisis
kepercayaan dari stakeholder perusahaan, jika bisa diimbangi dengan kecerdasan
emosional dan spiritual tentunya hal ini bisa saja diminimalisir, untuk
mengambil keputusan pun tidak buru-buru dan harus melalui pertimbangan
matang-matang dan melihat dampak dari keputusan yang sudah atau akan diambil. Seorang
pemimpin yang memiliki kecerdasan emosional dan spiritual tentunya memiliki
sikap tanggung jawab yang besar, jika salah ia selalu berkata salah dan tidak
menyalahkan orang lain serta mencari kambing hitam untuk menutupi kesalahannya,
fenomena saat ini banyak dari pemimpin yang mempunyai sifat ingin benar sendiri
atau otoriter, jika kita menyelaraskan kecerdasan intelektual dan kecerdasan
emosional serta kecerdasan spiritual tentunya akan menjadi pribadi yang lebih
baik dan bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

 

4.        
KESIMPULAN

 

     Berdasarkan
hasil penulisan karya ilmiah diatas dapat di simpulkan dalam bentuk point –
point penting sebagai berikut:

·        
Enterpreneur adalah orang yang berjiwa
kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri, ulet dan tekun, rajin, disiplin, siap
menghadapi resiko, jeli melihat & meraih peluang, piawai mengelola sumber
daya, dalam membangun, mengembangkan, memajukan dan menjadikan usaha atau
perusahaan yang unggul.

·        
Kepemimpinan
(Leadership) adalah proses
mengarahkan, menginstruksikan, atau memengaruhi orang lain atau organisasi
untuk melaksanakan suatu tugas atau tujuan organisasi.

·        
Seorang
entrepreneur yang memiliki jiwa kepemimpinan harus memiliki kecerdasan
emosional dan spiritual yang diaplikasikan didalam kehidupan sehari-hari secara
berkelanjutan. penerapan kecerdasan emosional yang harus dimiliki oleh seorang
pemimpin diantaranya adalah Motivasi, Pengaturan diri, Memiliki rasa empati
atau peka.