1. data Federal Amerika Serikat. DES termasuk dalam

1.             
Latar
Belakang

Kriptografi adalah seni dan ilmu
untuk melindungi informasi dari individu yang tidak diinginkan dengan mengubahnya
menjadi bentuk yang tidak dikenalioleh penyerang selama data tersebut disimpan
dan ditransmisikan. Data Kriptografi terutama mengubah isi data, seperti teks,
gambar, audio, video dansebagainya untuk dijadikan data yang tidak terbaca,
tidak terlihat atau tidak dapat dimengerti selama transmisi atau penyimpanan
disebut Enkripsi. Tujuan utama menyimpan informasi sensitif atau mengirimkan
data pada jaringan yang tidak aman (seperti Internet) sehingga tidak dapat
dibaca oleh siapa pun kecuali penerima yang dimaksud. Kebalikan dari enkripsi
data adalah data Dekripsi.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Hingga
tahun 1990-an, algoritma kriptografi yang banyak dipakai adalah Data
Encryption Standard (DES). Algoritma
ini dipakai oleh National Institute
of Standards and Technology (NIST)
sebagai standar enkripsi data Federal Amerika Serikat. DES termasuk dalam
algoritma enkripsi yang sifatnya cipher
block, yang berarti DES mengubah data masukan
menjadi blok-blok 64-bit dan kemudian menggunakan kunci enkripsi sebesar
56-bit. Setelah mengalami proses enkripsi maka akan menghasilkan
output
blok 64-bit.

Pada tahun 1997 kontes
pemilihan suatu standar algoritma kriptografi baru pengganti DES dimulai dan
diikuti oleh 21 peserta dari seluruh dunia. Algoritma yang akan dipilih selain
harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu

a.    
Faktor keamanan, yang berarti
algoritma tersebut harus tidak mudah dipecahkan oleh cracker, bersifat
acak atau tidak mudah diterka outputnya, dan tidak berdasar algoritma
matematika tertentu.

b.    
Faktor biaya, dimana
diperhitungkan kecepatan prosesing pada baik pada hardware dan software,
dan besarnya memory yang dipakai.

c.     Faktor
karakteristik implementasi, yakni meliputi kesederhanaan algoritma yang
digunakan, kemudahan dan keamanan dalam implementasi di hardware dan software.
Algoritma ini akan dinamakan Advanced Encryption Standard (AES).

Dari
algoritma kriptografi cipher block yang banyak dipakai (DES dan AES ) oleh para
ahli kriptografi , namun berbagai usaha dilakukan oleh cracker untuk
memecahkannya.
Sehingga perlu perbandingan antara algoritma kriptografi DES dan AES untuk
menentukan algoritma mana yang lebih baik.

 

 

 

 

2.    
Kajian Pustaka

2.1  Peneliti Terdahulu

Perbandingan Algoritma Des Dan Algoritma
Aes Pada Teknologi Qr-Code

Penelitian ini
dilakukan oleh Aji Damura Depayusa,
Diana, RM Nasrul Halim pada tahun 2016 yang memiliki kesimpulan sebagai
berikut:

a.    
Algoritma DES memiliki waktu
Proses yang lebih Singkat daripada Algoritma AES, karna pada proses Enkripsi
dari plainteks ke chiperteksnya Algoritma DES hanya sedikit melakukan proses enkripsi
dibandingkan Algoritma AES .

b.    
Ukuran file menggunakan
Algoritma DES memiliki ukuran file yang lebih kecil dibandingkan Algoritma AES,
karna pada proses Enkripsi dari plainteks ke chiperteksnya Algoritma DES hanya sedikit
melakukan proses enkripsi dibandingkan AES.

c.    
Kedua Algoritma memiliki
tingkat Akurat yang hampir sama yaitu pada saat pembacaan QR-Code hasiilnya
sama dengan plainteks .

Kriptografi Algoritma DES,
AES/Rijndael, Blowfish untuk Keamanan Citra Digital dengan Menggunakan Metode
Discrete Wavelet

Menurut
(Ibrahim, 2012) dalam penelitiannya yang berjudul Kriptografi Algoritma DES,
AES/Rijndael, Blowfish untuk Keamanan Citra Digital dengan Menggunakan Metode
Discrete Wavelet, membandingkan unjuk kerja ketiga algoritma tersebut untuk
melakukan enkripsi dan dekripsi terhadap citra digital dengan disertakan proses
transformasi wavelet diskrit untuk mempercepat proses tansformasi citra digital

Perbandingan Analisis Sandi Linear
Terhadap Aes, Des, Dan Ae1

Penelitian
ini dilakukan oleh Yusuf
Kurniawan pada tahun 2007. dari penelitian
ini menyimpulkan hal-hal berikut :

a.    
AES-128 memiliki ketahanan yang besar
untuk menghadapi ASL, karena analisis sandi tersebut hanya mampu memecahkan AES
hingga 6 ronde, sedangkan AES-128 memiliki 10 ronde. Bandingkan dengan DES
lengkap yang dapat dipecahkan ASL dengan 243 plaintext, di mana DES memiliki
masukan 64 bit.

b.    
Ketahanan cipher terhadap sebuah analisis
sandi tidak otomatis menyebabkannya tahan terhadap analisis sandi lainnya. Ini
terlihat dari ketahanan Rijndael terhadap ASL setelah 4 ronde, namun dengan
Square attack, 4 Ronde Rijndael dapat dipecahkan dengan mudah. Sebaliknya, DES
yang lemah menghadapi ASD dan ASL, ternyata memiliki ketahanan yang besar
terhadap square attack.

c.    
AE1 yang memiliki ketahanan yang lebih
besar dibanding AES maupun DES terhadap ASL untuk jumlah ronde yang sama, namun
lebih lambat dalam hal kecepatan eksekusi. Untuk memecahkan DES 16 ronde
lengkap dengan serangan 2 ronde, diperlukan 2 43 plaintext, untuk AES 6 ronde
diperlukan 2 200 plaintext, dan untuk AE1 6 ronde diperlukan 2 272 plaintext
yang diketahui. Sedangkan untuk ronde lengkap, AE1 mebutuhkan 2 408 plaintext
dengan 2R-attack, sedangkan AES membutuhkan 2 400 plaintext.

d.    
Pembuktian keamanan algoritma kriptografi
lebih sulit dari pada pembuatan algoritmanya, sehingga penulis menyarankan agar
penelitian mengenai analisis sandi ditingkatkan.

2.2  Cryptography Dengan Blok Cipher

Dalam Kriptografi, blok cipher
adalah penyadian kunci simetris. Blok cipher adalah metode enkripsi data (untuk
menghasilkan teks cipher) dimana kuncikriptografi dan algoritma yang diterapkan
pada blok data (misalnya, 64 bit) sekaligus sebagai blok dari satu bit pada
suatu waktu.

Ketika proses enkripsi, blok cipher
mengambil (misalnya) 128-bit blok plaintext sebagai masukan, dan output yang
sesuai 128-bit blok cipher teks.Transformasi dengan tepat dikendalikan
menggunakan input kedua – kunci rahasia. Proses Dekripsi mirip yaitu :
algoritma dekripsi mengambil, dalam contoh ini, blok 128-bit teks cipher
bersama dengan kunci rahasia, dan menghasilkan 128-bit blok plaintext asli.
Blok Cipher dapat dibandingkan denganstream cipher; stream cipher beroperasi
pada satu digit pada suatu waktu dan transformasi bervariasi selama proses enkripsi.

Sebuah desain blok cipher yang
sangat berpengaruh dalam kemajuan kriptografi modern Data Encryption Standard
(DES, sebuah metode untuk mengenkripsi informasi). The National Institute of
Standards and Technology (NIST) adalah badan federal yang menyetujui Data
Encryption Standard (DES) Algoritma Block cipher pertama diciptakan pada
pertengahan 1970-an. Awalnya kontroversi muncul dari desain elemen rahasia,
panjang kunci yang relatif singkat dari desain blok cipher kunci simetris, dan
keterlibatan NSA, timbul kecurigaan tentang backdoor. DES sekarang dianggap
tidak aman pada banyak aplikasi. Hal ini terutama karena ukuran kunci 56-bit
yang terlalu kecil; pada bulan Januari 1999, distributed.net dan Electronic
Frontier Foundation bekerjasama untuk publik memecahkan kunci DES dalam 22 jam
dan 15 menit. Ada juga beberapa hasil analisis yang menunjukkan kelemahan
teoritis dalam cipher, meskipun mereka tidak layak untuk membuka dalam praktek.
Algoritma secara praktis diyakini tetap aman dalam bentuk Triple DES, meskipun
terdapat serangan secara teoritis. Dalam beberapa tahun terakhir, penyandian
telah digantikan oleh Advanced Encryption Standard (AES).

a.    
Data Encryption Standard (DES)

DES adalah
blok cipher, dengan ukuran blok 64-bit dan kunci 56 bit. DES terdiri dari seri
16-putaran substitusi dan permutasi. Dalam setiap putaran,data dan bit kunci
bergeser, di permutasikan, XOR, dan dikirim melalui, 8 s-Box, satu set tabel
lookup yang penting bagi algoritma DES. Proses dekripsi pada dasarnya sama,
dilakukan secara terbalik.

b.    
Advanced Encryption Standard (AES)

AES
menggunakan 10, 12, atau 14 Ro3unds (putaran). Ukuran kunci yaitu128,192 atau
256 bit tergantung pada jumlah putaran. AES menggunakanbeberapa putaran dimana
setiap putaran terdiri atas beberapa tahap. Untuk memberikan keamanan AES
menggunakan beberapa jenis transformasi.Permutasi substitusi, (Mix) pencampuran
dan Penambahan kunci di setiap putaran AES kecuali yang terakhir menggunakan
empat transformasi.

3.    
Metode
Penelitian

Ada 4 langkah utama yang harus dilakukan
untuk mengerjakan algoritma ini dan dapat di lihat di Gbr. 1.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : (a) Insialisasi; (b) Konversi
karakter ke biner; (c) Peng-enkripsian menggunakan algoritma DES dan AES.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                       

 

                                               

Penelitian ini
mempergunakan pendekatan dari metode analisis komparatif. Metode analisis
komparatif adalah metode untuk membandingkan hasil analisis terhadap dua atau
lebih fenomena sehingga didapatkan hasil berupa kesamaan dan perbedaan fenomena
tersebut. Pada penelitian ini yang dibandingkan adalah kinerja dan keamanan
hasil enkripsi dari algoritma DES dan algoritma AES.

4.    
Hasil Dan
Pembahasan

4.1 
Perbandingan
Antara Aes Dan Des.

Factors

DES

AES

Key Length

56 bits

128, 192
or 256 bits

Block Size

64 bits

128, 192,
or 256 bits

Cipher
Text

Symmetric
block cipher

Symmetric
block cipher

Developed

1977

2000

Security

Proven
inadequate

Considered
secure

Cryptanalysis
Resisteance

Vulnerable
to differential and linear cryptanalysis; weak substitution tables

Strong
against differential, truncated differential, linear, interpolation and
square attacks

Possible
keys

256

2128,2192 and
2256

Possible
ASCII printable character key

957

9516,
9524 or 9532

 

Dalam tabel di bawah studi
perbandingan antara DES dan AES disajikan dalam sembilan faktor, yaitu panjang
kunci, jenis ciphertext, ukuran blok,dikembangkannya, ketahanan atas
kriptanalisis, keamanan, kemungkinan kunci , kemungkinan ACSII kunci karakter yang
dapat ditampilkan, waktu yang dibutuhkan untuk memeriksa semua kemungkinan
kunci.

4.2  Hasil Percobaan

Percobaan menggunakan plain text
“kau harus berusaha” kemudian dilakukan proses enkripsi dan dekripsi sehingga
menghasilkan angka decimal, dan decimal dari proses DES serta AES.

Tabel Hasil Enkripsi DES dan AES

Plain
Text

ASCII

Biner

Hexa

DES Hexa

Decimal

DES Decimal

AES Hexa

AES
Decimal

K

75

1001011

4B

D4

75

212

8E

142

A

65

1000001

41

C4

65

196

75

117

U

85

1010101

55

4B

85

75

0E

14

H

72

1001000

48

81

72

129

AC

172

A

65

1000001

41

9B

65

155

1B

27

R

82

1010010

52

D8

82

216

E6

230

U

85

1010101

55

BE

85

190

9

9

S

83

1010011

53

89

83

137

92

146

B

66

1000010

42

8D

66

141

B9

185

E

69

1000101

45

8F

69

143

3E

62

R

82

1010010

52

37

82

55

43

67

U

85

1010101

55

5E

85

94

78

120

S

83

1010011

53

5A

83

90

9F

159

A

65

1000001

41

BB

65

187

57

87

H

72

1001000

48

7B

72

123

C9

201

A

65

1000001

41

45

65

69

43

67

 

Dari
hasil tersebut dihitung korelasi antara decimal dengan DES decimal yang
menghasilkan korelasi sebesar 0,230577 sedangkan
kkorelasi decimal dengan AES decimal menghasilkan korelasi sebesar
0,008625309. Dalam kriptografi jika nilai korelasi mendekati 0 (nol) semakin
tidak mudah dipecahkan dengan metode statistik. 

 

5.     Kesimpulan

Dalam makalah ini disajikan studi baru perbandingan
antara DES dan AES. Dengan dilakukan perbandingan teoritis, analisis
eksperimental dan perbandingan algoritma DES dan AES. Berdasarkan teks yang
digunakan dan hasil eksperimen yang menunjukkan korelasi nilai hasil enkripsi
dengan algoritma AES lebih kecil atau mendekati nol dibandingkan dengan
korelasi algoritma DES sehingga dapat disimpulkan bahwa algoritma AES lebih
aman dari segi keamanan dibandingkan dengan algoritma DES.

 

 

 

 

6.    
Daftar
Pustaka

Kurniawan, Yusuf. Juli 2007. “Perbandingan Analisis Sandi Linear Terhadap Aes, Des, Dan Ae1”.
Juti. Volume 6. No. 2

Ibrahim, Rohmat Nur. Desember 2012. “Kriptografi Algoritma DES, AES/Rijndael,
Blowfish untuk Keamanan Citra Digital dengan Menggunakan Metode Discrete
Wavelet”. Jurnal Computech & Bisnis. Volume 6. No. 2.

Aji Damura
Depayusa1, Diana2, RM Nasrul Halim3. September 2016. “Perbandingan Algoritma Des Dan Algoritma Aes Pada Teknologi Qr-Code”. Shap Siti.